Tips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan Berkwalitas

Posted on

Tips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan Berkwalitas

Tips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan BerkwalitasTips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan Berkwalitas. Memilih indukan burung kacer perlu diperhatikan usia dan karakter burung. Untuk induk betina, sebaiknya berusia tidak kurang dari 1 tahun, sementara burung jantan sekitar 2 tahun. Usahakan burung betina sudah jinak, tetapi memiliki sifat dan karakter yang berani /fighter. Induk betina yang jinak cenderung tidak mudah terganggu selama mengerami telur, burung yang sedang mengeram mudah stres jika mendengar suara bising atau bahkan ketika tahu ada manusia yang mendekati kandang. Kalau sudah stres pada induk betina tidak mau kembali ke sarang, atau bahkan memecah telur atau membuang telur. Lebih baik lagi kalau membeli calon indukan burung kacer dari trah juara, terutama untuk induk betina. Sebab, induk betina mempunyai andil sekitar 70-80% terhadap kualitas anakan yang berjenis kelamin laki-laki. Lebih afdol lagi jika calon induk betina dan jantan sama-sama berasal dari burung jawara. Akan tetapi jika keuangan belum mencukupi, beli induk seadanya dari penangkar, Jika dirawat dengan baik, anakan kacer tetap banyak yang mencari karena performa suara burung tidak sepenuhnya tergantung kualitas genetik, tetapi faktor perawatan memegang kendali sekitar 60-70% terhadap kualitas suara burung.

Tips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan Berkwalitas

A. Pemilihan Indukan Burung

Kwalitas anakan burung kacer biasanya tergantung pada indukannya, oleh karena itu, indukan harus memiliki kwalitas yang bag s yang mempunyai ciri kurang lebih seperti berikut:
1. Tidak cacat fisik
2. Postur tubuh besar dan panjang
3. Gerakannya gesit dan sorot matanya tajam
4. Sudah memasuki masa birahi -/+ sekitar umur 10 bulan
5. Rajin berkicau

B. Kandang Ternak

Untuk ukuran kandang ternak sendiri idealnya adalah ukuran panjang 1 meter x lebar 1 meter x tinggi 2 meter , dan didalamnya usahakan dibuat seperti di habitat aslinya. adapun hal-hal yang perlu diperhatikan didalam kandang adalah:
1. Kolam buatan dapat diakali dengan memakai baki atau bak

Di dalam kandang penangkaran perlu disediakan dua bak besar, masing-masing berisi air untuk mandi dan berisi pasir dengan beberapa batu-batu kecil di dalamnya. Burung kacer betina menjelang bertelur sering membawa batu kecil ke dalam sarangnya.

2. Area makan dan minum

Kotak sarang ditempatkan di sudut paling atas, pada dinding belakang. Selain aman, juga akan membuat indukan tidak terlalu terganggu ketika kita akan mengganti air minum atau pakan.

3.Tangkringan

Buat tangkringan senyaman mungkin untuk kacer dengan diameter kurang lebih 1,5 cm.

4. Kotak sarang/gelodok

Sediakan minimal dua kotak sarang dengan lokasi yang berbeda. Preferensi sangat penting bagi burung, karena menyangkut kenyamanan sarang yang dipilihnya sendiri. Setelah indukan memilih salah satu tempat bersarangnya, maka kotak sarang yang tak terpakai bisa dilepas. Bahan sarang bisa menggunakan bagian tanaman yang sudah kering, misalnya tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren, atau daun cemara. Sebagian bahan ditaruh di kotak sarangnya, dan sebagian lagi disebar di dasar kandang.

5. Tulang sotong

Selalu sediakan tulang sotong sepanjang masa penjodohan sebab tulang sotong sangat membantu proses di dalam pembuatan cangkang telur supaya kuat.

C. Proses Penjodohan

Proses penjodohan kacer tidak selalu mudah, karena ada karakter kacer yang selalu bertengkar saat dimasukkan dalam kandang yang sama untuk dijodohkan. Untuk teknik penjodohan indukan kacer anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

* Masukkan indukan kacer jantan anda ke dalam kandang.

* Kemudian masukkan indukan kacer betina dalam sangkar ke kandang.

* Tunggu reaksi kedua indukan kacer tersebut apakah sudah terlihat rukun atau belum.

* Ciri-ciri indukan kacer sudah rukun adalah kacer jantan terus berkicau sambil mendekat ke betina, dan si betina meresponnya dengan turun kedasar sangkar sambil berkicau khas kacer betina/ngeleper-ngeleper.

* Kalau belum jodoh, biasanya betina akan menghindar dan cuek kepada kacer jantan.

Cara kedua adalah memasukkan burung jantan dan burung betina ke dalam sangkar berbeda, tetapi kedua sangkar diletakkan menempel / berdekatan. Biarkan keduanya terus berdekatan selama 1-2 minggu, dan lihat perkembangannya. Lama masa perkenalan biasanya 1-2 minggu, tetapi bisa jadi molor menjadi 3-4 minggu. Hal ini sangat dipengaruhi karakter induk jantan dan betina, serta kondisi lingkungan sekitar kandang (mendukung / tidak). Faktor lingkungan yang bisa mengganggu penangkaran kacer antara lain lokasi bising atau cuaca terlalu panas.

D. Periode Bertelur

Sesudah indukan disatukan, tidak akan lama indukan betina akan bertelur dan pada umumnya burung kacer bertelur 2-3 butir yang akan dierami selama 14 hari, Pengeraman hanya dilakukan burung betina, sedangkan burung jantan hanya berjaga-jaga di sekitar sarang dan jangan lupa selalu sediakan tulang sotong sepanjang masa penjodohan dikarenakan tulang sotong sangat membantu di dalam pembuatan cangkang telur supaya kuat.

E. Masa Pengeraman

Dalam masa pengeraman, indukan kacer membutuhkan kenyamanan dan ketenangan di kandang dan disekitar kandang. Pastikan tidak ada gangguan tikus, kucing, anjing, semut, cicak, kecoa dan hewan lainnya. Sebab problem utama dalam penangkaran kacer justru terletak pada proses penjodohan dan keselamatan telur selama dierami induknya. Masa pengeraman biasanya memerlukan waktu selama 14 hari sejak telur pertama keluar.

F. Periode Penetasan

Setelah burung kacer mengerami telurnya selama 14 hari,tentunya telur akan menetas selanjutnya terserah Anda, apakah mau diasuh sepenuhnya oleh induk betina dan induk jantan atau dipanen pada umur 10 hari, setelah umur pengeraman 10 hari tiap pagi harus di cek. Untuk mengetahui apakah telur burung kacer sudah menetas atau belum sebaiknya lihat situasi lingkungan kandang, kurang lebih adakah sisa cangkang telur yang dibuang atau tidak, kalau tidak segera berikan makanan tambahan berbentuk kroto fresh serta jangkrik.

G. Meloloh Anakan

Pada saat meloloh, cukup berikan makanan hidup ( jangkrik, belalang, ulat, kroto ) setiap waktu pagi,siang dan sore hari, sampai si anak keluar dari glodok dan dapat makan sendiri.
Umumnya anakan keluar dari glodok sekitar umur 3 mingguan, umur 4 minggu anakan mulai belajar makan sendiri dengan langkat turut mematuk-matuk jangkrik yang diperoleh dari induknya, namun untuk dapat makan sendiri biasanya berumur 5 mingguan.

H. Mensapih Anakan

Proses penyapihan biasanya dilakukan pada waktu si anak sudah bisa makan sendiri atau waktu si indukan sudah mulai mematuki anak waktu anak mendekat, dan itu tandanya si indukan akan segera bertelur lagi. Dan jangan lupa mengajarinya dengan makan voer halus dengan dicampur kroto.

Tips Ternak Burung Kacer Menghasilkan Anakan Berkwalitas

Demikian informasi yang bias saya sampaikan dan semoga bermanfaat bagi semua pecinta burung kacer yang ingin belajar ternak.