Penyebab Utama Telur Lovebird Tidak Menetas Sempurna

Posted on

Penyebab Utama Telur Lovebird Tidak Menetas Sempurna

Penyebab Utama Telur Lovebird Tidak Menetas Sempurna – Pada dasarnya setiap penangkar burung baik itu burung kicauan, burung hias maupun jenis burung apapun itu pasti menginginkan produktivitas indukan meningkat dari waktu ke waktu hingga tercapai batas optimal. Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang burung lovebird.Pada kenyataannya tidak mudah dalam mencapai sasaran tersebut, karena ada saja kendalanya terutama penyebab utama telur lovebird tidak menetas sempurna diantaranya karena telur sedikit, telur infertil, embrio mati sebelum telur menetas, dan piyik mati beberapa jam atau beberapa hari setelah menetas.

Penyebab Utama Telur Lovebird Tidak Menetas Sempurna

Ada dua penyebab mengapa telur tidak menetas, yaitu:

     1. Telur Fertil

Telur fertil, tetapi embrio mati di dalam telur sebelum menetas.Telur fertil memiliki harapan besar untuk menetas. Begitu dierami induknya, atau ditetaskan melalui mesin tetas, sel benih atau discus germinalis akan mengalami perkembangan pesat menjadi embrio muda. Jika terus bertahan, embrio ini secara bertahap akan berkembang, mulai dari pembentukan pembuluh darah, pembentukan organ dalam seperti jantung, hati, dan ginjal, pembentukan paruh, tungkai sayap, kaki, dan seterusnya. Kalau masih bertahan juga, maka 1-2 hari sebelum menetas, embrio ini sudah memiliki organ tubuh, sistem peredaran darah, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan yang lengkap. Wujudnya pun hampir mirip dengan piyik ketika menetas.

Embrio (bakal piyik) di dalam telur mulai hari kelima penetasan hingga menjelang menetas. Perkembangan embrio di dalam telur mulai hari ke-5 penetasan hingga menjelang menetas.Tetapi, karena berbagai sebab, tidak semua telur fertil menetas. Apabila dipetakan, kegagalan dalam penetasan telur burung bisa disebabkan dua faktor, yaitu telur yang ditetaskan memang infertil, atau telur fertil yang embrionya mati sebelum menetas.

     2. Telur Infertil (gabuk, kosong, tidak subur).

Telur infertil adalah telur yang sama sekali tidak mengandung sel benih. Dalam bahasa perunggasan, sel benih disebut juga sebagai discus germinalis, yang menempel di permukaan kulit telur (yolk). Sel benih inilah yang nantinya, ketika dierami induk atau ditetaskan dalam mesin tetas, berkembang menjadi embrio, dan pada hari terakhir penetasan memiliki wujud seperti piyik.Karena telur infertil tidak mengandung sel benih, maka ketika dierami atau ditetaskan tidak akan pernah menetas. Apabila dipecah, telur infertil yang sudah dierami ini tidak berbau busuk, karena memang tidak ada embrio piyik di dalamnya.

Banyak penangkar burung yang kecewa, karena setelah menunggu induk betina mengerami telur selama berhari-hari, telur tidak juga menetas. Mereka tidak tahu jika telur yang dierami sebenarnya infertil. Jika sebelumnya sudah tahu, tentu tidak usah repot-repot dierami, agar induk bisa kembali bertelur dan berharap semua telurnya fertil.

Karena itu, penting sekali bagi penangkar dan calon penangkar untuk mengetahui mengenai telur infertil, bagaimana melakukan peneropongan (candling) telur sejak dini, bagaimana cara mencegah agar telur tidak kosong, dan sebagainya. Silakan masuk ke sini untuk mengetahui cara meneropong telur, serta membedakan antara telur infertil dan telur fertil.

Di sini akan dibahas dulu mengenai telur infertil, karena sering dialami para penangkar, khususnya penangkar pemula. Setelah pembahasan mengenai telur infertil, kita langsung masuk ke pembahasan mengenai faktor penyebab telur tidak menetas, meski yang ditetaskan sebenarnya merupakan telur fertil.

Berikut ini lima faktor penyebab mengapa telur yang dihasilkan induk betina tidak subur atau infertil :

Induk burung mengalami masalah nutrisi
Induk burung mengalami masalah fisik
Induk burung mengalami masalah sosial
Induk burung mengalami masalah lingkungan
Masalah genetik dari induk burung