Cara Mudah Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya

Posted on
Cara Mudah Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya
Cara Mudah Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya

Cara Mudah Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya – Merawat dan memelihara burung anakan atau trotolan memang menjadi hiburan tersendiri bagi pemiliknya. Apalagi jika trotolan ini adalah jenis burung yang cukup popular, misalnya burung murai batu atau anis merah. Selain memiliki kecenderungan mental yang baik, tujuan memelihara trotolan adalah agar burung memiliki suara masteran yang bervariasi.

Selain itu, menjadi kebanggaan tersendiri bagi penghobi burung yang bisa memiliki burung dari hasil rawatannya sejak trotolan. Walau demikian, masih banyak para pecinta burung kicau yang masih bertanya-tanya soal perawatan trotolan murai yang benar, agar setelah dewasa bisa menunjukan kualitas istimewanya.Berikut ini Cara Mudah Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya, sehingga kelak tumbuh menjadi burung yang sehat, atraktif, bermental baik, serta memiliki banyak isian.

Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya

1. Anakan atau trotolan murai batu usia 1-2 bulan

Biasanya trotolan murai batu usia 1-2 bulan sudah mampu makan sendiri tanpa bantuan perawat atau pemiliknya. Jadi, burung sudah bisa diberi pakan kering (voer), meski sebelumnya harus dilatih atau dibiasakan.Caranya butiran voer dihaluskan kemudian dicampur dengan sedikit air, sehingga bentuknya menjadi voer basah. Pakan seperti ini lebih mudah dicerna oleh trotolan murai batu yang umurnya masih kurang dari dua bulan.Perlu di ingat, voer basah harus segera dihabiskan,karena voer basah mudah ditumbuhi jamur dan cepat basi, buatlah porsi secukupnya yang kira-kira bisa habis dalam waktu 30-60 menit.Untuk trotolan yang masih belum terbiasa makan voer, Anda bisa melatihnya dengan mencampurkan sedikit kroto ke dalam wadah pakan yang berisi voer, dan sebelumnya sudah dibasahi dengan sedikit air.

Selain voer, Anda juga bisa memberikan kroto dan ulat hongkong untuk trotolan umur 1 – 2 bulan. Kroto bisa diberikan setiap pagi, sebanyak satu cepuk pakan ukuran kecil, atau separo cepuk pakan ukuran besar. Ulat hongkong bisa diberikan secukupnya saja, dan diletakkan dalam cepuk terpisah dari kroto. Untuk jangkrik, pilihlah yang berukuran kecil, porsinya sekitar 3 ekor saja. Itupun harus dibuang dulu bagian kepala dan kakinya, sehingga bagian yang termakan trotolan hanya perut dan dadanya saja.Dianjurkan juga pemberian multivitamin dan multimineral untuk menjaga kondisi kesehatan burung ketika dewasa relatif lebih fit dan prima daripada burung yang hanya mengandalkan pakan voer dan extra fooding semata.

2. Anakan atau trotolan murai batu usia 2-4 bulan

Setelah trotolan berumur 2 bulan, inilah saatnya Anda melatihnya mandi dalam karamba mandi. Untuk merangsang burung mau mandi di karamba, Anda bisa menyemprot tubuhnya secara halus dengan sprayer.Setelah itu, burung bisa diajari untuk berjemur di bawah sinar matahari. Namun, pada tahap awal, durasi penjemuran secukupnya saja, dan harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, pada minggu pertama cukup 15 menit, kemudian pada minggu berikutnya ditingkatkan menjadi 20 menit, dan seterusnya. Pada umur ini, Anda sebaiknya tidak terburu-buru memberikan setelan pakan anakan murai, karena hal ini malah membuat burung menjadi stres. Lanjutkan saja menu pakan yang diberikan pada umur 1-2 bulan, hanya saja voer tidak lagi dalam kondisi basah, melainkan dalam bentuk aslinya: kering.

Teruskan pula pemberian multivitamin dan multimineral, bahkan sampai burung kelak dewasa, karena akan memberi peluang lebih besar agar burung selalu fit dan performa suaranya kelak tetap stabil.Akan tetapi, ketika trotolan sudah berumur 3 bulan, porsi pemberian ulat hongkong perlu dikurangi. Pengurangan ini dilakukan secara bertahap. Sebaliknya, porsi pemberian jangkrik justru perlu ditingkatkan. Anda juga bisa menambahkan ulat kandang secara berkala, misalnya dua kali seminggu.

3. Anakan atau trotolan murai batu usia 4-6 bulan

Pada usia 4-6 bulan, murai batu trotolan akan mulai memasuki masa mabung pertamanya. Bulu–bulu trotolnya akan berganti menjadi bulu dewasa. Pada saat mabung, pemberian pakan harus lebih ditingkatkan kualitasnya. Frekuensi pemberian multivitamin bisa ditingkatkan menjadi dari 3 kali menjadi 4 kali seminggu. Begitu pula pemberian multimineral, bisa Anda tingkatkan dari dua kali menjadi 3 kali dalam seminggu.Ketika masa mabungnya selesai, burung sudah tak lagi disebut trotolan, melainkan murai batu muda.

4. Anakan atau trotolan murai batu usia 6-8 bulan

Setelah masa mabung selesai, dan bulu-bulu ekornya sudah lengkap (sekitar umur 6-7 bulan), Anda sudah bisa melakukan perawatan harian, sambil melakukan setelan yang paling tepat secara bertahap. Pada usia ini pula, murai batu sedang mencapai top form, yang ditandai dengan bulu-bulunya yang mulus dan bersinar, serta makin kencang saat berkicau. Pada umur 8 bulan, burung bisa dilatih di arena latberan atau lomba lokal, untuk menguji sekaligus melatih mentalnya.

Demikian beberapa tips penting seputar Cara Merawat Trotolan Murai Batu Berdasarkan Usianya. Bagian paling penting dalam merawat trotolan adalah selalu menyediakan pakan bergizi tinggi termasuk kroto, serta pemberian multivitamin dan multimineral untuk mendukung pertumbuhan fisiknya, serta membuatnya cepat bunyi dan rajin bunyi.