Cara Menjaga Suara Burung Kacer Agar Tetap Stabil Di Lapangan

Posted on

Cara Menjaga Suara Burung Kacer Agar Tetap Stabil Di LapanganCara Menjaga Suara Burung Kacer Agar Tetap Stabil Di Lapangan – Dalam menjaga suara burung kacer agar tetap stabil di lapangan harus dilakukan perawatan secara kontinue. Hal ini dikarenakan Burung Kacer dikenal rentan mengalami perubahan, baik akibat perbedaan perlakuan, perawatan maupun lantaran sifat dan karakternya. Beberapa perubahan tersebut terkadang membuat senang pemiliknya, karena burung kacer mendadak gacor. Tidak sedikit pula perubahan yang membuat galau sang pemilik, terutama ketika burung kacer tiba-tiba macet tidak mau bunyi,sering salto atau mbagong yang berpengaruh terhadap suara burung kacer. Walaupun kacer memiiliki sifat mudah berubah perilakunya, namun jenis burung ini cukup laris manis di pasaran. Beberapa perubahan perilaku itu sangat berkaitan dengan pola perawatan harian dan pakan yang diberikan. Karena itu berikut ini beberapa cara menjaga suara burung kacer agar tetap stabil di lapangan.

Cara Menjaga Suara Burung Kacer Agar Tetap Stabil Di Lapangan

Karena itu, perhatikan beberapa tips perawatan berikut ini agar kacer tidak mengalami perubahan-perubahan tersebut:

1. Konsisten dalam perawatan harian

Perawatan harian terhadap burung kacer harus dilakukan secara teratur dan konsisten. Jika kacer sering dimandikan pada pagi hari, maka lakukan hal yang sama setiap harinya. Demikian pula pakan utama dan pakan tambahannya, harus diberikan sesuai dengan kebiasaannya selama ini.

2. Jangan terlalu sering mengganti sangkar

Kalau Anda terlalu sering mengganti sangkar, maka burung kacer yang menghuninya mudah stres. Dalam berbagai kasus, burung akan menjadi sering salto dan tidak mau bunyi. Kebiasaan itu akan sulit dihilangkan, meski sangkarnya dianggap nyaman.

Apabila terpaksa ingin menggantinya dengan sangkar baru, cara yang terbaik adalah memindahkan burung beserta tenggeran / tangkringan dan tempat pakan dan tempat air minumnya ke dalam sangkar yang baru, bahkan dengan posisi yang sama seperti pada sangkar lama. Dengan demikian, burung tidak akan mudah stres dan tetap aktif bunyi. Beberapa hari kemudian, setelah burung beradaptasi, maka tenggeran maupun tempat pakan / air minum bisa diganti sesuai keinginan Anda.

3. Jangan sering berpindah tempat gantangan

Dalam perawatan hariannya, penempatan sangkar sangat berpengaruh terhadap perilaku kacer. Apabila sangkar digantang di tempat nyaman, sejuk, dan sedikit berisik (misalnya dekat air mengalir, jauh dari keramaian), burung pun cenderung rajin berbunyi.

Namun jika tempat gantangan sering berpindah-pindah, misalnya beberapa kali sehari, maka perilaku kacer akan cenderung berubah. Burung rentan mengalami stres, salto, bahkan mbagong. Perlu diketahui, kacer merupakan burung teritorial yang kurang aktif. Jika terlalu sering memindahkan sangkar di tempat berbeda setiap harinya, tentu akan mengganggu kondisi mental burung kacer tersebut.

4. Menjaga emosi Burung Kacer

Menjaga emosi merupakan hal yang paling sulit, terutama bagi para pemula yang selalu penasaran ingin mengamati penampilan burungnya. Mengadu kacer yang masih belum siap tentu bisa mengganggu kondisi fisik dan mentalnya. Jika dipaksakan, burung kacer akan mengeluarkan aksinya dengan tidak mau bunyi atau macet dan pada akhirnya akan mbagong / mbalon.

Menjaga emosi kacer bisa dilakukan dengan menjauhkannya dari burung sejenis maupun burung tipe fighter lainnya seperti murai batu. Usahakan agar kacer tak melihat maupun mendengar suara kicauan burung sejenis atau burung fighter lainnya. Dengan alasan itu pula, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan kaca cermin di depan burung kacer, lantaran penasaran ingin tahu seperti apa penampilannya.

Itulah bebrapa tips singkat cara menjaga suara burung kacer agar tetap stabil di lapangan yang bisa dilakukan dalam perawatan harian. Semoga kacer Anda makin rajin berkicau serta memiliki karakter dan mental yang lebih baik.