Cara Mencetak Suara Anakan Burung Lovebird Agar Gacor

Posted on

Cara Mencetak Suara Anakan Burung Lovebird Agar GacorCara Mencetak Suara Anakan Burung Lovebird Agar Gacor – Pada suatu perlombaan untuk penilaiannya banyak dipengaruhi oleh variasi lagu, panjangnya suara ngekek dan frekuensi yang sering. Untuk ngekek yang terlalu panjang misalnya sekitar 1 menitan atau lebih maka biasanya frekuensi ngekeknya menjadi lama alias masa diamnya (ngetam) lama. Burung yang sering juara pada akhirnya yang lagunya tidak perlu panjang sekali, tapi gacor atau rajin berbunyi dan tiap bunyi panjangnya cenderung stabil atau hampir sama, misalnya berkisar 30an detik. Tidak terlalu sulit melatih lovebird agar gacor tetapi dibutuhkan perawatan ekstra dan keuletan dari kita. jadi bagaimana menjadikan lovebird anda juara, berikut beberapa tipsnya:

Cara Mencetak Suara Anakan Burung Lovebird Agar Gacor

1. Ketika masih berumur 1-3minggu ketika masih dilolohkan berikan pakan harian dengan sereal atau pelet yang dicairkan.

2. Setelah sudah bisa makan sendiri, anakan dipanen dan dipindahkan ke kandang terpisah. Setiap hari diberi milet putih, kangkung dan jagung muda, tetapi taukah anda kalo lovebird memerlukan nutrisi lebih dari itu terlebih lagi jika ia akan bertanding

3. Ketika burung benar-benar sudah siap dilombakan pada saat berumur minimal 5-6bulanan, perlu dilakukan beberapa penyesuaian lagi, diikuti dengan pelatihan.

4. Mulai H-3, pakan bijian diganti dengan pakan pabrikan. Misalnya menambahkan biji bunga matahari untuk mengangkat birahi, kangkung segar serta jagung muda untuk menambah stamina saat berlomba.

Cara Mencetak Suara Anakan Burung Lovebird Agar Gacor – Sudah bukan rahasia lagi kalau faktor genetik adalah faktor yang penting untuk menjadikan lovebird anda gacor dan juara, indukan lovebird gacor akan menghasilkan anakan lovebird yang gacor juga, ini yang menyebabkan banyak pemain lovebird memburu lovebird juara untuk diternak dan menjadikan anak penerusnya. Untuk melihat faktor genetik secara baik, orang awam seperti kita sulit untuk melakukannya, karena harus memiliki perlengkapan sebagaimana dimiliki para peneliti misalnya uji DNA, RNA, dan sebagainya. Kita hanya bisa melihat faktor genetik seekor burung dari penampilan luarnya, atau fenotipnya, seperti warna bulu, kualitas suara, dan sejenisnya.