Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni

Posted on

Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni

Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode KoloniCara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni. Belakangan ini banyak sekali para pecinta burung yang berminat menjadi penangkar burung lovebird, karena popularitasnya yang terus meningkat, disukai berbagai kalangan bahkan lintas-gender, dan harga jualnya cukup tinggi. Para penangkar senior bahkan terus berlomba menciptakan varian warna baru, melalui ilmu genetika dan teknik mutasi warna. Tetapi, jika Anda pemula atau berminat menjadi penangkar lovebird, ada baiknya memulainya dengan model kandang koloni terlebih dulu.Karena metode ini dinilai mudah bagi para pemula.

Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni

Berikut ulasan tentang budidaya lovebird dengan metode koloni :

Siapkan kotak sangkar atau glodok, dengan jumlah melebihi jumlah pasangan burung lovebird di dalam kandang tersebut. Misalnya Anda memasukkan 5 ekor burung betina dan 5 ekor burung jantan, diusahakan jumlah kotak sarangnya 6 unit atau lebih, sehingga burung bisa memilih sendiri kotak sarang yang diinginkannya.

Menangkar lovebird dengan cara seperti itu, menurut Agus, lebih efektif dan produktif. Pasalnya, setiap burung bisa mencari pasangannya sendiri, sesuai dengan selera masing-masing. “Kalau berjodoh secara alami, biasanya tidak ada persoalan dalam perkawinan dan proses reproduksi selanjutnya,” kata Om Agus.

Dalam kandang koloni, karakter monogami pada burung lovebird ini akan terlihat. Meski di kandang tersebut terdapat beberapa burung betina, baik yang belum berjodoh atau sudah berjodoh, lovebird jantan yang sudah menemukan pasangannya tidak akan pindah ke lain hati.

Metode penangkaran seperti ini bagus diterapkan untuk pemula, sehingga tidak perlu repot-repot memikirkan seleksi induk jantan dan induk betina berdasarkan warna tertentu. Penangkar juga tak perlu pusing-pusing dulu dengan ilmu genetika, mutasi warna, dan sejenisnya.

Dalam hal ini, Om Agus hanya memasukkan lovebird aneka warna ke dalam kandang koloni, mulai dari lutino mata merah, pastel kuning, pastel hijau, blorok dan sebagainya. “Biarkan mereka mencari jodohnya sendiri,” pesannya.

Setelah berjodoh, barulah diketahui induk jantan dengan warna tertentu berjodoh dengan induk betina dengan warna tertentu pula. Tugas penangkar selanjutnya adalah mencatat data induk jantan dan induk betina, terutama mengenai jenis atau warnany, ke dalam buku recording.

Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni

Cara Budidaya Burung Lovebird Dengan Metode Koloni. Selanjutnya, jika semua telur sudah menetas, silakan dilihat seperti apa warna anakan yang dihasilkan dari pasangan tersebut. Data anakan lovebird juga harus dimasukkan dalam buku recording, sehingga Anda memiliki basis data yang cukup lengkap mengenai asal-usul setiap anakan yang dihasilkan.

Hal serupa juga dilakukannya untuk pasangan lain, yang mungkin akan memiliki karakter warna yang berbeda. Dari waktu ke waktu, data yang terkumpul makin banyak, sehingga kelak bisa Anda jadikan patokan untuk menjodohkan burung melalui campur tangan manusia, misalnya dipelihara dalam kandang soliter (1 kandang 1 pasangan indukan).

Dengan cara ini pula, Om Agus bisa memperoleh anakan lovebird dalam berbagai warna, karena perkawinannya pun dilakukan secara acak dan alami oleh pasangan lovebird dalam kandang koloni.