Asal Usul Burung Murai Dan Ciri-Cirinya

Posted on
Asal Usul Burung Murai Dan Ciri-Cirinya
Asal Usul Burung Murai Dan Ciri-Cirinya

Asal Usul Burung Murai Dan Ciri-Cirinya – Dalam perkembangan dunia perburungan burung murai merupakan salah satu yang menjadi idola para pecinta burung kicauan. Burung ini termasuk burung kicauan yang populer selain burung Kenari. Burung Murai termasuk dalam genus Copsychus. Di Indonesia burung Murai sering disebut dengan burung Murai Batu (Copsychus malabaricus). Burung Murai Batu termasuk dalam famili Turdidae. Suara merdu burung murai dan bermelodi ketika berkicau. Selain memiliki pesona pada kicauannya, burung murai memiliki keunikan ketika berkicau. Dan apabila ketika Anda memperhatikannya, burung Murai akan mengangkat ekornya yang panjang dan cantik ketika sedang berkicau. Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta burung kiacauan. Burung Murai termasuk burung yang langka di Indonesia.

Burung Murai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Memiliki warna gelap pada hampir seluruh tubuhnya kecuali pada bagian dada hingga perut. Pada bagian tubuhnya tersebut memiliki warna merah hingga jingga kusam.

2. Memiliki ekor yang panjang, dengan panjang ekor yang bervariasi untuk setiap jenis Murai.

3. Terdapat sedikit warna biru pada kepalanya.

4. Memiliki kicauan yang merdu.

Burung murai batu memiliki suara kicauan yang bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas nyanyian nya yang sangat indah pada tahun 1947 (The Best Song Birds – Delacour, 1947). Burung murai batu merupakan kelompok burung yang digemari di kalangan para pecinta kicauan karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik.

Untuk daerah Sumatra khususnya, banyak sekali di temukan burung jenis murai batu, seperti burung murai batu aceh, burung murai batu medan , burung murai nias dan murai batu lampung. Penyebaran burung Murai Batu di Pulau Jawa sangat terbatas dan hanya ditemukan di beberapa tempat yang berhutan, seperti di tempat-tempat konservasi atau tempat wisata alam, contohnya seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Meru Betiri, dan Hutan Wisata Pananjung Pangandaran.