Apa Itu Kocheng Oren Yang Lagi Viral ? Dan Ternyata Buat Kita Tercengang

Posted on
Kucing Oren

Apa Itu Kocheng Oren Yang Lagi Viral ? Dan Ternyata Buat Kita Tercengang – Kocheng oren yang saat ini menjadi bahan omongan dan sebagai salah satu jenis kucing yang paling eksis di medsos dan ternyata kocheng oren adalah kucing yang warna bulunya oranye heeheh…… keberadaan kucing berwarna oranye sudah kerap diidentikkan dengan sikap ngaco yang kadang kocak nggak ketulungan dan nggak heran juga kalau sebagian pecinta kucing sudah maklum dengan tingkah kucing oren yang suka bikin ulah aneh-aneh.

Sebenarnya kesimpulan konyol ini sudah diamini banyak warganet.Apa iya kucing oranye identik dengan aksi sangar, sebagaimana viralnya kocheng oren barbar? Masih banyak orang yang percaya bahwa warna bulu dari kucing bisa mempengaruhi kepribadiannya. Misalnya kucing oren, atau lagi viral dengan nama ‘kocheng oren’, yang disebut lebih “barbar” dibandingkan kucing dengan warna bulu lain.

Memangnya warna bulu kucing pengaruh ke sifatnya ya? Apalagi kini netizen sedang ramai membahas “kocheng oren barbar”, karena lazim melihat aksi sangar kucing dengan warna bulu demikian. Mengulasnya secara ilmiah, sebuah studi setidaknya pernah mengungkap relevansi warna bulu kucing dengan perilakunya.

Studi yang berdasarkan survei itu menemukan indikasi kucing warna hitam lebih mudah beradaptasi dengan keramaian dan lingkungan dalam ruang ketimbang kucing dengan pola tabby (lurik). Sementara pemilik kucing calico (belang tiga) mengaku kucingnya punya kelakuan berbeda dibandingkan kucing dengan warna lainnya. Penelitian yang dijelaskan di situs University of California Berkeley itu menemukan beberapa fakta menarik mengenai warna bulu kucing dan kepribadiannya.

“Secara keseluruhan, kucing oranye dan kucing dua warna dikategorikan ramah, sedangkan kucing hitam, kucing putih, dan kucing tiga warna dianggap lebih antisosial. Kucing putih dianggap lebih pemalu, malas dan tenang, sementara kucing tortoiseshell lebih cenderung digambarkan tidak toleran dan lebih mudah dilatih.” Dalam studi tersebut, kucing hitam juga dicirikan memiliki sifat karakter yang kurang ekstrem. Hal itu juga yang mungkin berkontribusi pada kesan “misterius” pada kucing hitam, sebagaimana dikutip dari The Spruce Pets.

Penelitian mengenai warna bulu kucing dan pengaruhnya memang membutuhkan pengamatan lebih jauh. Akan tetapi, sebuah studi tahun 2002 di Journal of Applied Animal Welfare Science menemukan fakta lain seputar warna kucing dan kaitannya dengan kemungkinan diadopsi. Ditemukan kucing hitam dan kucing cokelat adalah yang paling sedikit diadopsi. Penelitian tersebut turut menemukan bahwa orang-orang lebih percaya bahwa kucing tortoiseshells lebih banyak “tingkah” dan mungkin inilah alasan mengapa mereka jarang diadopsi dengan cepat atau bahkan kadang dikembalikan ke tempat penampungan.